Dilema anak UPI,,,! Part 1
“kuliah dimana, neng?”
(diam, tapi akhirnya bicara dengan suara cicitan) “UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)”
terus terang saja setelah kita menjawab UPI, smua orang yang nanya pasti ngomong ( dan inilah hal yang paling kubenci) “Mau jadi guru ya, neng?”
secara teknis memang ya. tapi entah aku phobia ato orang ngomongin guru seolah tidak ada prospek cerah dengan bercita-cita sebagai guru, malah kalo aku bisa menuangkan pikiran mereka dalam sebuah kata mereka pasti bilang “apa gak ada kerjaan lain yang menghasilkan banyak uang?”
Jujur aku masuk UPI karena beberapa alasan:
- Kemampuan terbatas
- batu loncatan
- ga da pilihan lain
- daripada kagak kuliah
- iseng-iseng dapet temen
- dll.
padahal aku bercita-cita ingin jadi orang kaya… kenapa malah terdampar di dunia tanpa uang banyak…
ketika nanya temen “kenapa mereka kuliah di sini?” mereka cuma angkat bahu dengan santai dan ada variasi jawabannya:
- akumah da mu ikutan spmb lagih…
- naseeebbb
- jangan dibahas
- banyakin temen
- cari jodoh
- kebetulan keterima disini
satu hal yang mungkin pasti dalam tiap penerimaan maba, UPI slalu menjadi pilihan ke-2 ato ke-3 setelah ITB kayaknya mutlak gitu deh… tapi temenku di UPI ini kagak mau kalah sama mereka yang kuliah di ITB. kalo tadi aku ngejawab kuliah di UPI dengan suara mencicit, teman2ku malah menjawab dengan tegas.
“dimana kuliahnya?”
“ITB” tentu saja maksudnya bukan ITB yang itu tapi maksudnya Iuniversitas Tendidikan Bindonesia (ada-ada saja) jawaban lainnya UGM Universitas Gendidikan Mindonesia (rada maksa) ada juga yang ngjawab UI (kmana tuh P-nya).
arsitektur UPI ‘06
Juli 1, 2008 pada 2:47 am
Jangan dulu men”judge” apa-apa sbelum baca kelanjutannya…
Juli 9, 2008 pada 5:20 pm
Saya alumnus IPB (S1)=universitas terbaik keempat di Indonesia stelah ITB, UGM, dan UI….tetapi saya S2 di UPI….ketika ditanya lulusan mana, saya…selalu menjawab dengan bangga…”UPI”. Percayalah…dilapangan pendidikan alumnus UPI teruji dan tersertifikasi ke”faqih”annya dalam penguasaan materi dan pendidikan…dibandingkan lulusan UNJ sekali pun…anda beruntung dibimbing dan dikuliahi oleh dosen2 yang ilmunya luar biasa dan rendah hati….suatu saat pasti anda akan bangga dengan UPI! Salam kenal…
Juli 27, 2008 pada 4:07 am
jadi guru emang sulit. karir gak jamin, gaji cuman sgitugtu aja. tp gak smua org sdr dan nganggap. tidakkah kt terlalu egois jk pengetahuan yg kta dapat cuma buat kt aja sdgkan yg lain pun sangat membthkan ilmu…